Akhirnya setelah lama berencana jalan-jalan, jadi juga pergi juga dengan sahabat-sahabat ke Bandung. Kita sudah lama sekali tidak jalan-jalan seperti ini, terutama ke luar kota, setelah berkeluarga. Tanggal berangkatnya pun sudah berganti-ganti, karena satu dan lain hal. Tapi akhirnya beberapa bulan sebelumnya, kita putuskan untuk berangkat tanggal 23 Januari.
Rewind sedikit 9 hari sebelum hari H, terkirimlah message WA:
“Hi hi gimana jadi ngga Jumat depan?”
Dan jadilah selama 8 hari ke depan setelah message itu, kita mulai planning mau naik apa, bagaimana kita akan jalan-jalan ke Bandung, dll. Termasuk itinerarynya, karena jujur aja kita juga belum kepikiran sebenarnya mau kemana aja, pokoknya jadiin aja dulu ke Bandung! 😃
Walau sebelum pergi, banyak kegundahan karena saat itu Jakarta dan Bandung sedang mengalami cuaca yang sangat buruk, hujan deras berhari-hari, sehingga kita banyak kekhawatiran – apakah kita akan stuck di jalan, sulitkah nantinya untuk pulang ke rumah, apakah rumah akan kebanjiran, dll dll dll. Maklum aja, 5 otak ibu-ibu bergabung jadi satu, banyak sekali yang harus dipikirkan (untungnya suami2 sudah approve dan anak2pun bisa ditinggal untuk sehari – lebih mudah karena kita tidak pakai agenda menginap).
Memang hari itu BMKG pun sudah menginformasikan untuk tanggal 23 Januari “AWAS (Hujan sangat lebat – ekstrem) untuk daerah DKI Jakarta, bikin kita tambah was-was. 😣
Semalam sebelum pergi, kita putuskan untuk tetap berangkat walau tetap fleksibel, melihat situasi di pagi hari.
Shubuh2 di hari H Jam 4 pagi (tepatnya 04.09), datanglah pesan di WhatsApp:
“Mau reschedule aja?”
JENG JENGGGG! Jadilah kita dari jam 4 pagi sudah on diskusi apakah kita akan jadi berangkat ke Bandung hari itu. Padahal jam 6 pagi kita sudah harus berangkat ke stasiun Woosh.
Tapi akhirnya dengan segala kegundahan yang ada, kita putuskan untuk tetap mencoba ke stasiun Woosh dan pergi ke Bandung. Jika memang harus kembali, setidaknya balik dari Padalarang ke Jakartapun hanya butuh 30 menit.
Seperti keajaiban, mungkin Allah mendengar doa-doa kita, tapi hari itu Alhamdulillah kita banyak dilancarkan. Dari mulai berangkat ke stasiun Woosh lancar, dan cuacapun tidak terlalu buruk. Dan anehnya (which is a good aneh), hujan selalu berhenti ataupun sedikit saat kita di luar, dan besar ataupun deras ketika kita di dalam ruangan (atau itu hanya perasaan kita aja ya?). Ya intinya, kita bersyukur banget dan hari itu banyak sekali mengeluarkan kata-kata.
“Wah keajaiban banget”
“Wah kita berhasil ke Bandung”
“Wah bisa kapan lagi nih kita kaya gini”
Untuk cerita-cerita lebih banyak kita selama di Bandung, bisa dibaca di bawah ini ya…
WOOSH JAKARTA – PADALARANG
Karena ini pertama kali saya naik Woosh, jadi aga norak (gapapa deh ya) walau memang kereta ini aga kontroversial (YTTA kalo baca berita pasti ngerti). Stasiunnya bersih, bagus, fasilitasnya oke banyak pilihan F&B, toiletpun banyak dan bersih (penting banget!). Dan yang paling pentingnya, cepettttt banget 30 menit saja sudah sampai di Padalarang dari Jakarta. So convenient! Memang sih mungkin secara harga kurang affordable untuk daily commute pulang pergi (waktu kita pergi tiketnya berkisaran 275.000 – 350.000 one way). Tapi untuk day trip yang hassle-free dan tidak banyak waktu, ini adalah opsi yang ok banget!



Karena kita ber5, pas banget kursi di kereta Woosh ini formatnya 2-3 jadi 2 di sebelah kanan, dan 3 di sebelah kiri. Jadi kita bisa booking seatnya 1 row!
PADALARANG – SARAPAN DI BANDUNG
Sampai di stasiun Padalarang, kita dijemput pak supir dengan mobil Innova yang akan menemani kita muter-muter seharian di kota Bandung.
Butuh sekitar 40 menit dari stasiun Padalarang ke pusat kota Bandung. Sekitar jam 9.30 kita sampai di tempat wisata kuliner kita yang pertama – Toko Bubur Dibawah Pohon Rindang (DPR).
Untuk tempat makannya, seperti namanya, meja-mejanya ada di bawah pohon jadi kalau lagi hujan mungkin alternatifnya makan di mobil atau dibungkus. Lagi-lagi, keajaiban, saat kita makan di tempat tidak ada hujan, lalu saat kita selesai baru mulai hujan lagi. Alhamdulillahhhhhh! Saatnya menuju tempat berikutnya!
Toko Bubur dibawah Pohon Rindang
Jl. Brigadir Jend. Katamso No.66, Cihaur Geulis, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat
https://maps.app.goo.gl/gFdkAoHTJxme3u5G6



BOLU PISANG VIRAL YANG BIKIN PENASARAN – TJILAKI 9
Selesai sarapan, kita memutuskan untuk lanjut ke tempat bolu pisang yang sedang viral di social media. Sebenarnya kita juga kurang yakin karena sudah pasti akan ada antrian untuk membeli ataupun masuk ke tokonya (ada yang bilang, jam 9 pagi pun sudah banyak yang sold out!). Tapi seperti kata salah satu sahabat saya “Nanti nyesel loh!” 😁, jadilah kita putuskan untuk coba aja dulu dan lihat situasinya. Pas kita sampai, antriannya tidak terlalu panjang jadi kita putuskan untuk dine-in (karena kalau dengan opsi dine-in, bolu akan disajikan dengan home made butter mereka! Opsi ini tidak ada jika take-away).



Tjilaki 9
Cilaki St No.9, Cihapit, Bandung Wetan, Kota Bandung 40115
https://maps.app.goo.gl/f2bzfL1e2FtCBiRN9
SHOPPING
Saatnya memberikan break kepada perut, shopping time! Banyak pilihan baju dan aksesoris lokal di Happy Go Lucky (HGL) dan HGL Modest (yang bersebelahan dengan HGL).

Selesai shopping, saatnya makan siang (iya, makan lagi! 😁)
Happy Go Lucky (HGL)
Jl. Ciliwung No.14, Cihapit, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40114
https://maps.app.goo.gl/sH5C9WLxdWXWdnmw5
SUNDAAN DI BOEMI MITOHA
Tanpa kita sadari, restauran yang mau kita kunjungi untuk makan siang berlokasi tepat di depan HGL, yaitu restaurant Boemi Mitoha (makan-makan ala Sunda!).
Sulit untuk menentukan pilihan disini karena pilihan menunya enak-enak! Plus point, mushollanya besar dan bersih, sehingga kita juga sekalian sholat disini.



Boemi Mitoha
Jl. Ciliwung No.15, Cihapit, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung 40114
https://maps.app.goo.gl/9s6jQbdFN5YW5SuHA
AFTERNOON SHOPPING
Saatnya untuk jalan-jalan melihat produk-produk unik lokal di Grammars. Di dalam toko, ada juga mesin photobox. Terakhir kita photobox bareng mungkin 26 tahun yang lalu – no kidding! So why not do it?



Setelah itu kita mampir ke Roti Kembang, tapi sayangnya jam 3 sore sudah banyak sekali yang sold out. Saat kita datang, hanya tersisa 9 roti (!!). Roti Kembang ini lokasinya ada di depan toko Damakara, toko baju lokal dengan design yang Indonesia banget!

Grammars
Jl. Cihapit No.6, Cihapit, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40114
https://maps.app.goo.gl/sNwFvriXbBHqRCVv9
Roti Kembang
Jl. Gandapura No.40A, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung 40113
https://maps.app.goo.gl/ynxe3kxGyzNSKWWU9
Damakara
Jl. Gandapura No.40, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40113
https://maps.app.goo.gl/rn9WE2i9PA81Zv1G9
ITINERARY ONE DAY TRIP BANDUNG
08.00 – Berangkat dari Stasiun Woosh menuju Padalarang
08.30 – Sampai di Padalarang, janjian dengan mobil dan driver yang akan pick up
09.00 – Sampai di kota Bandung, langsung menuju tempat sarapan – Wisata kuliner dimulai!
09.30 – Sarapan di Toko Bubur Dibawah Pohon Rindang (DPR)
10.10 – Dine in Tjilaki 9 untuk mencoba bolu pisang
11.15 – HGL dan HGL Modest
12.50 – Makan siang di Boemi Mitoha + sholat di mushollanya
14.25 – Grammars, lihat perintilan lucu2 sekalian photobox
15.00 – Roti kembang (sudah banyak yang sold out, whoops) dan Damakara
15.40 – Kusuma Matcha – termatcha2 dari matcha latte, matcha tiramisu dan mochi
16.45 – Kartika Sari untuk beli oleh-oleh
17.45 – Makan sore/Early dinner di Bakso Tjap Haji
18.30 – Berangkat ke stasiun Woosh Padalarang (macet!)
20.10 – sampai di stasiun Padalarang
20.25 – Naik Woosh dari Padalarang ke Jakarta
21.00 – Pulang ke rumah masing-masing

Leave a comment